pagi ini hujan tak begitu banyak
rintiknya menyentuh tulang pipi dan menjahit setiap kenangan yang terbuka
aku hafal betul garisgaris yang ditinggalkan hujan sedikit di pelataran bulan lalu
ada senyum dan keriangan yang teramat besar
tapi di bulan ini, semua menjadi pucat
seumpama sumbing yang tak pernah mau makan
ah,
aku rasa semua hanya tentang nada yang timbul tenggelam dalam hujan
bukan karena siapa yang menyalahkan siapa
pagi ini aku berjalan dengan musim yang musam
yang tak sempat lagi mengajariku tentang jerit dan tanya
membungkam semua nafas yang hampir hilang melayanglayang
aku tiada dalam keadaan
aku hilang dalam keramaian
pagi ini,
di pelataran Desember, aku menyulap suka semendung duka lalu
2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar