Tuhan yang baik, aku harus mencatat ini sebelum kau menyuruhku benar-benar hilang.
Dengar yaa, dan mohon rahasiakan ini !
...
"Pagi cantik!"
"Paagi, dok. Aku kenapa lagi?hhuu payah!"
"Siapa yang payah, hah?Kamu itu kuat. Cuma abis tidur panjang aja selama 4 setengah jam. Abis mimpi apaan sih?lama banget"
hahaa..dokter Agus nyapa aku kya biasanya, ramah dan penuh kejutan :)
Ternyata, apa yang selama ini aku takutkan sekarang benar-benar menimpaku. Virus sialan itu, kya y makin suka bersarang di otakku. Semakin lama, ia semakin sok menjadi dewa di sana. Dia ingin membunuhku? Dia ingin menghapus sebagian ingatanku yang lalu. Sebelum itu benar-benar terjadi, aku harus melawan itu. Aku harus sanggup membunuh mereka terlebih dahulu. Virus banci, sialan, tak punya hati kalian menyerangku, aku benci keadaan yang seperti ini !!
"Pernah diingatkan kan, tidak boleh memikirkan hal-hal berat. Kasian otak kamu. Hayoo, masa kejadian yang lalu mau kamu rasakan lagi".
"Gk dok, aku gk mau!"
"Ya sembuh dong kalau gk mau. Masih beruntung ini baru gejala, dan kawan-kawanmu kemarin cekatan sekali membawamu kemari. Baik ya mereka? Kamu sayang mereka gk?"
"Sayang, dokter..Aku janji aku sembuh, aku gk mau jadi pemikir berat. Aku janji gk mau ketemu dokter lagi di sini!"
"Hahaha kalau ketemu di tempat makan gitu, mau?"
"Mauuuuuuu dok!!"
yaah, tidak pernah ada yang tahu seorang pun tentang ini, kecuali aku dan Tuhan, dan masa laluku yang sekarang sudah bahagia dengan wanita lain. Kejadiannya sama persis di bulan-bulan yang lalu di tempat yang berbeda. Namun ini ternyata lebih hebat dari apa yang pernah kualami. Aku belum bisa menerima kabar itu, aku belum sanggup kalau REYVAN ANGGARA meninggalkan aku. Memilih menanggung penyakitnya seorang diri. Padahal aku lebih kuat jika menjalani semuanya bersama dengan dia, dan aku yakin, dia pun begitu. Tapi Tuhan menginginkan lain. Tuhan memilihkan jalan ini untuk kami, Tuhan ingin aku berusaha untuk melupakannya.
Susah payah aku untuk meng'iya-kan itu, tapi aku lupa, kalau aku pun si penderita. Aku lupa, kalau aku pun ternyata tak sehat. Kembali lagi gejala itu, karena aku terlalu menghakimi diriku sendiri. Aku lupa dengan itu, dengan kepalaku yang sering sakit tak tertahankan, yang sering mual muntah jika terlalu turun lemah otakku, yang sering tak bisa berbuat apapun jika bangun tidur dalam keadaan yang menekan pikiranku, aku lupa kalau aku SAKIT !
ya Tuhan..gejala itu datang lagi. Aku drop hebat kemarin, aku teriak-teriak tak jelas teringat dia, aku menjerit, menangis di dalam kamar mandi, aku tak sadarkan diri selama 4 jam setengah, aku berada di ruangan ini. Ruangan yang selalu membuat aku makin pening !
"Sebelum semuanya tambah parah, mau dengerin kata dokter ganteng ini?"
"Iya dok"
"Oke, ini obatnya. Minum susu yang rutin, banyak makan sayur dan buah, sering-sering dateng ke tempat sejuk dan menyenangkan, bernyanyilah sepuas kamu, suka nyanyi kan, calon artis Indonesian Idol?"
"Ah dokter, rese!"
...
Hari ini aku pulang, kembali di keramaian yang menjagaku, tapi aku tak suka ! Hatiku tetap saja sepi, pikiranku tetap saja seorang diri. Tapi, sebelum aku meninggalkan dunia dan mereka, aku harus berusaha utuk BISA ! Aku harus bisa menjadi yang berarti untuk orang-orang yang menyayangiku, untuk mereka yang aku sayangi. Aku gk mau terlihat lemah di hadappan mereka, aku harus tetap menjadi aku yang CERIA dan Banyak TAWA, aku gk boleh lemah, Tuhan !
Ini cuma gejala, dan aku yakin, aku bisa melewatinya, aku akan kembali seperti hari-hari kemarin. Aku cuma butuh tenang. Aku akan kembali menjadi diriku yang utuh, yang utuh !!
NB: Bakal cerpen
NB: Bakal cerpen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar