Senin, 26 Desember 2011

Yakinlah, Tuhan Selalu Baik :))

suratku hari ini, Tuhan..
dengar yaa :)

...
hari ini aku baik, Tuhan. tidak melakukan hal-hal keji seperti yang sering aku lakukan; menyiksa diriku sendiri dalam sepi, duduk manis di tepian kasur yang selalu menjadi saksi ketertegunanku, atau tiba-tiba berjalan seorang diri di tempat makan semisal KFC, kemudian duduk merenung menunggu satu paket nasi atau sepotong Chicken Fillet dan segelas Mocha Float, membawa notebook-ku yang setia menemani hari-hari gelapku, kemudian memutar lagu itu dan itu yang membuatku merasa menjadi pahlawan kesiangan untuk seseorang. 

hari ini aku baik, Tuhan. menemani si kecil bermain di Fun Games, memutar otakku untuk tidak mengikuti perasaanku yang selalu tidak baik jika hari-hari sedih mulai menyelimutinya, menyelimuti kekasih hatiku yang selalu aku cinta.
aku lelah Tuhan menerima ini (yang banyak orang katakan adalah kelebihanku), perasaan peka terhadap hal-hal yang terlanjur aku patri dalam hati. aku lelah memikul perasaan yang seperti kian mengikuti perasaan orang lain. aku merasa selalu terhubung dengan orang-orang yang aku cintai, aku merasa, apa yang aku rasa adalah sama dengan apa yang dia atau mereka rasakan meski tak pernah dia katakan.

hari ini aku baik, Tuhan. tidak menangis, meski ada perasaan berlebihan mengkhawatirkan seseorang di belahan pulau yang lain. aku merindunya setiap hari, mengkhawatirkannya setiap menit, bahkan ingin rasanya aku menemani hari-harinya untuk sekadar mendengar ceritanya, keluh kesahnya, rasa lelahnya yang berkepanjangan, atau mendengar tawanya yang mampu memecahkan panas matahari di ubun-ubun kepalaku yang selalu rapuh. meski sampai saat ini, aku tidak pernah tahu apa yang dia rasakan padaku, pada harapan-harapan yang selalu menjelma serupa penghangat untuk tubuhnya yang rentan terkena angin malam yang ganas. aku ingin menjadi yang terbaik untuknya, Tuhan.

hampir setiap hari aku mengingat kata-katanya di tanggal 22 November tempo lalu, katanya,"tolong aku. aku yakin cuma kamu yang bisa membantuku".

aku selalu senang membantunya, bahkan saat ini, aku mulai menyayanginya, mencintainya, mengasihi setiap kata yang ia lontarkan, tak peduli apapun yang orang lain katakan padaku. banyak hal-hal lain yang menguatkan aku; keluarga, sahabat-sahabat terkasih yang mengerti setiap sendi yang aku punya, adikku yang selalu menaruh rasa percayanya padaku- Cut Anggi Rhara, dan janji Tuhan yang selalu menguatkan aku*INDAH PADA WAKTUNYA :))

...aku teringat hari-hari lain yang pernah terlewati...
mengingat kelebihanku itu, jadi teringat kata banyak orang. kata mereka, aku terlahir sebagai anak ajaib. kepekaanku terhadap hal-hal sensitif membuat aku kadang menjadi pribadi yang mewarnai hidupku sendiri. bagaimana tidak, ketika orang lain tertawa keras tak memperdulikan astral di sekelilingnya, aku sibuk meminta maaf atas perbuatan mereka yang tak pernah peka terhadap kawan di dunia yang lain yang memang perlu juga dihargai. kadang juga aku sibuk mengibas-ngibas jilbabku yang ditarik astral cilik yang tak pernah terlihat dengan orang-orang di sekelilingku. maka mereka kontan lari meninggalkan aku dan beberapa menit kemudian merapat mendekat di ketiakku dan berkata,"Neng, apa tadi yang lo liat?bikin ngeri deeh..bilang-bilang sih kalau liat yang aneh, jangan ngomong sendiri aja!"
hahahahahaa...lucuuu ! :))

tapi ya begitu, dari lahir keanehan itu sudah aku alami. mulai dari banyak darah yang menganggu rahim ibuku, tangan-tangan kecil yang menemani masa kecilku, wanita-wanita separuh cantik dengan wangi-wangian yang menyengat, dan serba keterbetulanku menyelamatkan banyak orang. hingga sampai saat ini, banyak sahabat-sahabat yang mencap,"Itu yang membuat lo akhirnya menjadi peka dengan hal apapun, sekalipun itu tentang CINTA dan perasaan yang lo punya!"

yaah, mungkin semua itu benar. dan aku menikmati itu :))



 
 

 

Tidak ada komentar: